DESA TADUI BANJIR LAGI, WILAYAH DUSUN MANALISSE DAN PAGONDOANG SASARAN UTAMA…

Banjir Luapan Sungai salu Ampalli Dusun Manalisse Desa Tadui

Tadui, 13/11/2017, hujan yang melanda Desa tadui Senin 13 November 2017, pagi hari tadi menyebabkan 2 wilayah Dusun Didesa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat terendam banjir, Dusun tersebut adalah Dusun Manalisse Dan Dusun Pangondoang. Hujan yang turung sejak pukul 08;00 wita sampai dengan pukul 13:00 itu membuat  sungai (salu ampalli ) Meluap Di Dusun Manalisse Hingga memasuki rumah-rumah warga beserta dengan Lumpurnya. Hal ini sering terjadi apa bila hujan turung berkisar 2 sampai 3 jam maka wilayah sekitaran Dusun Manalisse akan terendam banjir.

 

Gambar Sala satu Rumah Warga Dusun Manalisse Yang Tergenang Air Luapan Sunagi Salu Ampalli

Menurut Sala satu warga dusun manalisse yang bernama DARMAN DM, Selaku anggota BPD Desa Tadui Wilayah Dusun Manalisse, menerangkan bahwa “ Banjir Terjadi Karena sungai (Salu Ampalli) menpunyai banyak hulu sungai-sungai kecil dari gunung yang menyatu kemuara sungai “Salu Ampalli” sehingga daya tampung sungai salu ampalli meluap sampai kerumah-rumah warga dan memaksa luapan tersebut menyeberangi Jalan raya,”  ungkapnya . selain itu DARMAN mengatakan “ Perlu adanya pembangunan talud berkisar 400 meter Disepanjang Sungai Salu Ampalli Dusun Manalisse” . hal ini pernah diusulkan Kepada pemerintah kabupaten Mamuju  melalui MUSRENBANG tingkat kecamatan dan Kabupaten pada tahun 2016 sampai saat ini belum mendapat respon dari pihak terkait, untuk itu DARMAN, akan kembali mengusulkan program tersebut melalui DANA DESA.

Akses Drainase Yang kurang Maksimal Membuat Rumah Warga Terendam banjir.

Banjir juga terjadi Didusun Pangondoang, wilayah yang terletak jalan poros mamuju-Bandara Tampa pandang Desa Tadui ini, kembali terendam banjir setelah diguyur hujan dari mulai pagi sampai siang hari. Hal ini membuat rumah warga dusun pangondoang terendam air setinggi 50 sampai 150 senti meter hal ini disebabkan Akses Drainase Disepanjang Jalan Poros Didusun Tersebut yang terletak didepan rumah-rumah warga tidak berfungsi lagi.  itu dikarenakan badan jalan yang lebih tinggi melebihi pemukiman rumah warga.  sedangkan pihak pemerintah provinsi hanya memperhatikan akses jalan poros kebandara dan mangabaikan Akses Drainase disepanjang jalan kebandara (jalan Provinsi), sedangkan kita tahu bahwa sepanjang Jalan Poros Dari Kota Mamuju Sampai Keperbatasan wilayah provinsi adalah asset pemprov yang harus diperhatikan dan dibenahi. Sedangkan Dana Desa tidak menganjurkan pengalokasiannya ke hal tersebut berhubung diluar asset Desa Setempat.